Touchy

Standard

Gue baru aja nonton video iklan yang bener-bener menyentuh. Gue nangis liatnya. Yak, mari siapkan tissue sebungkus🙂

Di Video yang pertama ini ada seorang ibu-ibu yang rela berbagi untuk 3 orang bocah yang kurang beruntung. Padahal, ibu ini juga terkena penyakit kanker dan dirinya sendiripun kurang beruntung. Ia divonis hanya bisa hidup dalam 2 tahun. Namun, ia tidak bersedih dan berkecil hati, ia tetap berbagi kepada orang-orang. Bahkan saat ia dirawat dirumah sakit pun ia tetap berbagi keceriaan kepada pasien-pasien lainnya. Kita sebagai orang yang memiliki kelebihan dalam bidang kesehatan atau kelebihan dalam finansial harusnya merasa malu kalo kita tidak berbuat apa-apa untuk orang lain. Maka dari itu, berbagilah kepada sesamamu, sesungguhnya tuhan tidak pernah tidur

Video yang kedua menceritakan tentang seorang anak perempuan yang bisu dan tuli. Namun anak perempuan ini sangat menyukai musik dan ingin tetap bermain biola. Sedihnya, ia ditolak oleh orang-orang sekitarnya dan dianggap menyusahkan semua orang. ia pun bertanya kepada musisi biola jalanan yang juga bisu dan tuli, “kenapa aku berbeda dengan yang lain”. Lalu bapak tersebut menjawab “Kenapa kamu harus menjadi sama dengan orang lain?”. lalu anak perempuan itu berusaha keras meskipun temannya membully dia. Sampai akhirnya ia ikut konser musik klasik dan semua orang terpesona akan penampilannya

Video yang ketiga bikin gue nangis lama banget. Ayah yang begitu mencintai anak perempuannya. Dia terus menjaganya dari bayi hingga anak perempuan itu sudah besar dan hamil. Ayah tersebut tetap mencintai anaknya sama seperti saat pertama kali ia menggendong putri kecilnya tersebut. Dad, Your love is eternal

Next Video tell us about teacher. Dia terus support anak didiknya walaupun sesusah anak itu untuk di atur, dia teta memperhatikan anak tersebut. Gue jadi teringat akan guru-guru yang dekat sama gue sejak SD. Dari dulu, gue selalu dekat dengan guru-guru yang disebut “killer” di sekolah gue. Entah kenapa rasanya menyenangkan dekat dengan mereka. Waktu gue sd, guru yang deket sama gue namanya ibu Tjitjih. Dialah yang membukakan mata gue untuk masuk ke kelas akselerasi saat smp. Karena perjuangan dia meyakinkan guelah gue bisa setahun lebih cepat dari anak-anak angkatan gue. Lalu, saat SMP, gue pun dekat dengan guru fisika yang terkenal killer, namanya Ibu Farikah. Guru gue yang satu ini imut-imut lucu kecil dan baik banget sama gue. Dia selalu meratiin nilai nilai gue yang jeblok di pelajaran dia. Walaupun di killer tapi sama gue dia sabarnya minta ampun. Sampe sekarang pun kalo ketemu dia gue pengen selalu pengen nangis dan peluk dia serta bilang makasih yang banyak. Setelahnya, saat gue SMA, gue kenal baik dengan guru sosiologi yang sangat terkenal garang disekolah gue. Namanya ibu Yuni. Gue sayaaaang banget sama guru ini. Karena dia, nilai uan gue bagus banget. Karena dia, gue jadi punya sosok guru tegas tapi asik. Yang gue sedih adalah ada seorang adik kelas gue yang ngatain guru kesayangan gue ini, dan bodohnya dimasukin ke Yo*tube lalu ketahuan oleh pihak sekolah. Gue shock pas dapet kabar ini. Gue nangis kejer sama temen gue dan ngerasa engga sepantesnya bu yuni diperlakukan seperti ini. saat gue datang ke SMA gue dan bertemu dengan bu yuni, gue langsung lari dan peluk dia sambil nangis. Gue sedih, guru yang gue banggakan diperlakukan seperti itu. Yah, buat yang melakukan, gue harap lo bisa mengembalikan bu yuni menjadi seperti dulu. Bu yuni yang ceria dan selalu marahin gue karena ke sekolah engga oake kerudung ehehehe (psst saat nulis tulisan ini pun gue nangis dan bikin malu diri gue sendiri di starbucks)

Video yang terakhir ini kisah tentang seorang ayah yang sangat keras dan tegas terhadap anak laki-lakinya. Bapak tua ini adalah seorang single father yang mendidik anaknya sendirian. Namun, ayah ini tidak berusaha untuk mendekatkan dirinya dari hati ke hati dengan anaknya. Tidak pernah makan dengan ceria bersama anaknya, tidak pernah mengobrol, tidak pernah datang kesekolah anaknya. Sampai suatu saat anaknya ini menggelar konser dan ayahnya ingin datang namun, ditengah perjalanan ayah ini mengalami kecelakaan dan dia menyesal kenapa engga dari dulu dia dekat dengan anaknya. ia ingin mempunyai lebih banyak waktu dengan anaknya. Intisari yang dapat ditangkap dari cerita ini adalah janganlah kita menunda nunda sesuatu. apabila bisa dikerjakan sekarang ya kerjakan sehingga tidak menyesal dikemudian hari.

Don't Waste Your time

Don’t Waste Your time

 

yak, segitu dulu ya video dari hani. Jangan nangis kepanjangan hahaha🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s