True Love Story

Standard

Gue terinspirasi dari video ini:

Ini salah satu kisah cinta inspiratif. Bagaimana seorang kakek yang setiap harinya membuat sup dan menempuh jarak 16kilometer agar bisa sampai ketempat mendiang istrinya dimakamkan dan memainkan biola untuk istrinya. Kakek tersebut dulu saat masih mudanya berjanji kepada istrinya bahwa ia akan memainkan biola untuk istrinya setiap hari. Hal ini tetap berlanjut hingga istrinya meninggal. oh tuhan, ini bener-bener menyentuh. Cinta kakek itu abadi untuk istrinya. Kakek itu juga seorang yang menepati janjinya meskipun orang yang dicintainya telah tiada.

Gue lalu bertanya-tanya, Kapan ya gue bisa menemukan orang yang rela melakukan hal ini ke gue bahkan setelah gue meninggal? Gue udah lama sendiri, terakhir pacaran kelas 1 SMA. Selama SMA memang gue engga kepikiran untuk pacaran karena menurut gue sih ya, saat itu gue mau enjoy my school life. Namun, beberapa kali gue sempet deket dengan laki-laki. Ada Nara, Hadi, Dhalim dan Khel. Namun semuanya tidak pernah berakhir bahagia. ujung-ujungnya mereka hanya memberikan harapan-harapan palsu kepada gue. Setelah gue pikir-pikir sekarang kok rasanya sedih ya. Kenapa gue diginiin terus? kapan gue nemunin orang yang bener-bener bisa sayang sama gue tulus? Mungkin Allah belum ngizinin gue disakitin lagi🙂

Yang pertama adalah Nara. Dia adik kelas gue di SMA, which is sebenernya gue seumur sama dia. gue deket sama dia sejak gue diundang traktiran temen baik gue namanya Tama. Disitu gue deket sama Nara dan kita udah selayaknya orang pacaran. Kita udah panggil sayang, dia buatin gue lagu, kita sering telfon dan smsan, disekolah pun gue sering dicengcengin sama dia. Pendek kata, sebenernya itu tingaal menyatakan aja dan voila! we’re official. Namun secara tiba-tiba Nara menjauh, tiba-tiba hilang aja gitu seperti ditelan bumi. Disekolah pun gue jarang ketemu sama dia. Sms engga pernah lagi, di kantin engga pernah ketemu. Yah seolah olah seperti gue sama dia engga ada apa apa sebelumnya. Gue sedih banget dan gue inget sahabat gue yang beda sekolah udah hampir mau ngelabrak Nara. tapi gue bilang gak usah karena itu hanya akan malu-maluin gue sendiri. Yasudahlah gue cuma bisa pasrah.

Saat gue kelas 3 SMA, gue pernah dirawat dirumah sakit. Saat itu gue deket banget sama seorang cowok, namanya Hadi. Dia seangkatan sama gue. Cowok baik yang sangat perhatian tapi playboy. Selama gue dirumah sakit dia selalu dateng setiap hari ngurusin gue, nyuapin gue makan, nemenin gue ngobrol. bahkan sampe dia ketiduran dikasur gue. Dia sering bela-belain dari sekolah langsung ke rumah sakit gue. Gue pun tersentuh. Kita udah punya panggilan sayang masing-masing dan temen-temen gue pun merestui (ada yang engga juga sih). Namun, sama seperti Nara, Hadi pun tiba-tiba menghilang. ok. gue kehilangan sosok tempat gue bersandar.

Setelah dari hadi gue lama untuk bisa move on. Gue fokus ke sekolah, kuliah dan kegiatan gue di fanbase korea gue, forsujuindo. Sampe tahun lalu, tahun 2012 gue ke Beijing, China  untuk attend summer school selama sebulan di Cina. Sedihnya, gue sama temen gue yang satu kuliahan ini masuk ke grup anak smp-sma, bahkan sampai di cina pun kita masuknya ke SMA setempat. Karena itu, anak-anak yang ada didalam grup pun semuanya lebih muda dari gue dan temen gue, Almi. Didalam grup, gue dekat dengan salah satu anak laki-laki namanya Dhalim. Sayangnya dia 2 tahun lebih muda dari gue. Tapi percayalah, dia tidak terlihat seperti anak SMA, dia terlihat seperti anak kuliahan haha. Gue deket banget sama Dhalim, sampe guru-guru di Cina dan temen-temen Indonesia yang sekolah di sekolah tersebut nanya ke gue apakah gue beneran pacaran sama Dhalim. Karena kita berdua emang deket banget. Kemana-kemana kita bareng, gandengan tangan, peluk dan lain-lain. Gue akuin this is just a magic of trip, tapi gue sayang sama Dhalim, i think this is just a crush hehehe. Even people said that age is just the damn number, tapi buat gue sama Dhalim, that’s the matter. Dia susah. Ya intinya gitu. But Dhalim sangat perhatian sama gue, yah cerita selengkapnya nanti deh saat gue buat postingan tentang summer school china gue🙂 Nah, pas kita udah pulang ke Indonesia, kita udah engga pernah ketemu lagi. tapi masih contact dan hubungan baik.

Dari Dhalim, gue fokus kuliah lagi. Lalu, awal tahun 2013 kemarin, gue kembali dekat dengan Khel, mantan gue. Cerita Khel udah gue ceritain DISINI.

Kesimpulannya adalah, gue adalah target di PHP-in orang. sedih ya gue? Yaudah deh gue pasrah aja. capek digituin. capek dimainin. I’m a human too. Gue pengen disayang layaknya pasangan beneran. Bukan cuma dimainin aja. Gue pengen cerita seperti Video diatas atau cerita Kakek yang ada di film UP. Intisari dari cerita gue adalah, God knows the best. He will show you the best things for you. Cukup jadikan yang sudah sudah sebagai pelajaran. Saat ini kita besusah-susah dahulu, namun suatu saat kita akan mendapatkan kebahagiaan kita. Well, semua indah pada waktunya

Eternal Love

Eternal Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s